Female

Ternyata Orang Kreatif Cenderung Curang?

Layanan Kontak 022.87521453 HP/SMS : M3: (085722164174) Simpati: (081222705072) Mentari:(081572983224) WhatsApp :081222705072 WeChat:081222705072 KakaoTalk:081222705072

Orang-orang yang memiliki ciri kreatif biasanya dipuja-puji karena dianggap punya banyak ide atau “banyak akal”. Namun, dalam penelitian yang diterbitkan American Psychological Association terungkap juga bahwa kejujuran orang-orang kreatif tergolong rendah bila dibandingkan dengan mereka yang kurang aktif imajinasinya.

Orang-orang yang creative-minded cenderung bersikap curang dan berperilaku secara tidak etis. Kemungkinan besar hal ini disebabkan imajinasi mereka yang lebih besar membuat mereka mampu menguraikan penjelasan untuk membenarkan tindakan mereka. Karena perilaku seperti ini, orang-orang kreatif kemungkinan lebih berisiko ketika dihadapkan pada dilema etika di tempat kerja.

“Kreativitas yang lebih besar membantu seseorang memecahkan tugas yang sulit dalam berbagai kancah, tetapi semangat kreatif bisa menyebabkan seseorang mengambil jalan yang tidak etis ketika mencari solusi atas masalah atau tugas-tugas,” ujar pemimpin studi ini, Francesca Gino, dari Harvard University.

Sebelumnya, sebanyak 97 mahasiswa dari beberapa universitas di Amerika diminta mengikuti serangkaian tugas dan tes. Jika mau datang, mereka akan dibayar. Mereka menyelesaikan tes psikologi untuk menetapkan kreativitas dan intelegensia mereka. Kemudian, para peneliti memberikan tes mengenai pengetahuan umum dengan melingkari jawaban yang benar di secarik kertas. Setiap jawaban yang benar akan diberi imbalan.

Para mahasiswa lalu diminta memindahkan jawaban ke kertas lain. Di sini letak pengujiannya: peneliti memberitahukan bahwa kertas tersebut tanpa sengaja telah ditandai dengan jawaban yang benar.

Meskipun para mahasiwa diarahkan untuk meyakini bahwa tidak ada kemungkinan mereka bakal ketahuan telah berbuat curang, peneliti sudah menggunakan sebuah sistem untuk mengetahui siapa yang curang. Dari situ, terlihat bahwa mahasiswa yang kreatif memilih jalan pintas dengan menyontek jawaban yang benar. Sebab, seperti telah dijelaskan sebelumnya, mereka akan dibayar lebih banyak untuk setiap jawaban yang benar.

Para peneliti mengatakan bahwa orang-orang kreatif merasa diizinkan untuk berbuat curang.

“Mampu menghasilkan beberapa pembenaran untuk tindakannya sendiri yang tidak etis berdasarkan kreativitas, membuat orang merasa diizinkan untuk curang,” kata Gino, dalam artikelnya yang dimuat di Journal of Personality and Social Psychology.

Studi ini tidak mengidentifikasi kaitan antara intelegensia dan ketidakjujuran. Kini para psikolog ingin mengamati lebih lanjut apakah kreativitas mendorong orang untuk mengejar tujuan pribadi dalam hidupnya.

5 Hal Paling Didamba Istri dari Suami

Layanan Kontak 022.87521453 HP/SMS : M3: (085722164174) Simpati: (081222705072) Mentari:(081572983224) WhatsApp :081222705072 WeChat:081222705072 KakaoTalk:081222705072

Mau tahu apa yang bikin perempuan bisa merasakan bahagia seutuhnya? Konselor keluarga, dan penulis buku Connect to Love, Dr M Gary Neuman menyebutkan ada lima hal yang membuat perempuan merasa puas dengan hubungannya, dan merasa bahagia dengan pasangannya. Perempuan lebih merasa bahagia jika pasangannya mampu memberikan lima hal ini untuknya:

1. Waktu
Hal pertama yang paling diinginkan perempuan, dan membuatnya bahagia adalah menghabiskan waktu bersama pasangannya. Kebanyakan perempuan yang bahagia dengan hubungannya, meluangkan waktu 30 menit setiap hari, berdua saja dengan pasangannya. Sementara 24 persen perempuan mengaku tak bahagia dengan hubungan berpasangan karena hanya sempat berduaan dengan suami kurang dari lima menit setiap hari.

Kebersamaan bersama suami yang membuat perempuan merasa bahagia adalah ketika keduanya menikmati waktu bersama, tanpa diganggu Blackberry atau gadget lainnya.

2. Apresiasi
Saat ini, perempuan mampu melakukan segalanya. Perempuan merawat anak-anak, sekaligus juga bekerja dan mandiri secara finansial. Perempuan merasa tak keberatan untuk melakukan segala hal, namun perempuan juga membutuhkan penghargaan dari suami. Kaum hawa pun merasa bahagia seutuhnya, ketika suami mau mendengarkannya dan memberikannya apresiasi atas apa yang dilakukannya setiap hari.

3. Pengertian
Kebahagiaan bagi perempuan, salah satunya adalah dengan memiliki pasangan yang memahaminya. Meski begitu, perempuan juga perlu membantu pasangannya untuk memiliki kemampuan mendengarkan. Pasalnya, laki-laki cenderung tak menyadari bahwa ia adalah pendengar yang buruk.

Karenanya, tak ada salahnya jika Anda meminta waktu kepada suami untuk mendengarkan Anda. Mintalah waktu 15-20 menit kepada suami, kata Neuman. Perempuan sebenarnya berhak mendapatkan perhatian 10 jam dari pasangannya, namun kebanyakan pria tak mahir mendengarkan pasangannya sepanjang waktu itu. Jadi, mintalah waktu maksimal 20 menit, agar pasangan benar-benar fokus kepada Anda, mendengarkan apa yang ingin Anda sampaikan.

4. Kesenangan
Inilah salah satu faktor yang seringkali hilang dan tak lagi dirasakan perempuan, apalagi setelah memiliki anak. Pekerjaan, sewa rumah, berbagai hal yang menjadi beban dan tanggungjawab keluarga, membuat hubungan kehilangan unsur kesenangan.

Neuman menyarankan, pasangan menikah perlu merancang rutinitas bersama seperti kencan, seminggu sekali. Meski lelah sepulang bekerja, sempatkan kencan berdua saja. Setidaknya, menghabiskan dua jam bersama, di rumah, berduaan saja. Manfaatkan kebersamaan ini dengan berbincang mengenai berbagai hal yang menyenangkan, jangan membahas soal pekerjaan, uang, dan anak-anak.

5. Afeksi
Satu lagi yang dibutuhkan perempuan untuk merasakan bahagia, afeksi. Pelukan, ciuman, telepon kejutan dari pasangan sekadar mengatakan, “I Love You”, hal-hal sederhana seperti ini didambakan perempuan dari pasangannya.

“Berikan sentuhan kepada perempuan lima kali sehari, setidaknya 30 detik, lakukan setiap hari selama satu minggu. Jika seorang suami bisa melakukan ini kepada istrinya, jangan kaget ketika keduanya akan merasa lebih bahagia dengan hubungannya,” jelas Neuman.